RESUME PKKMB DAY 2
Materi V (1)
Dr. Nurul Ghufron, S.H., M.H. - Wakil Ketua Komisi
Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2024
Tema:
Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi
Korupsi adalah penyakit bangsa yang dampaknya terasa di hampir semua sisi kehidupan kita. Akibat korupsi, jalan yang baru dibangun cepat rusak, dana pendidikan dan pembangunan terbuang sia-sia, layanan publik jadi lemah, hukum tidak lagi adil karena pasal bisa diperjualbelikan, bahkan biaya kesehatan ikut membengkak karena anggaran disalahgunakan. Bukan hanya itu, korupsi juga merusak lingkungan, menurunkan kualitas generasi muda, serta menghancurkan efisiensi pasar karena harga dan kualitas barang dikalahkan oleh praktik sogok-menyogok. Pada akhirnya, korupsi bukan hanya memperlambat pembangunan, tapi juga merampas hak dasar masyarakat.Kalau dilihat lebih dekat, korupsi punya banyak wajah. Ada yang disebut Grand Corruption, yaitu kasus besar seperti di sektor migas atau tambang. Ada juga Petty Corruption, praktik kecil sehari-hari seperti pungli atau bayar tilang di tempat. Lalu ada Political Corruption, yaitu politik uang dalam pemilu. Meski terlihat kecil, praktik seperti pungli atau sogokan tetap berbahaya karena membuat budaya korupsi terus hidup dan perlahan merusak demokrasi. Masalahnya, korupsi ini tidak memilih tempat. Ia bisa terjadi di mana saja: mulai dari penegakan hukum, pendidikan, kesehatan, pertahanan, sosial, hingga pajak, bea cukai, perbankan, bahkan proyek infrastruktur. Dan sering kali, praktik ini bukan hanya soal oknum pejabat, tapi juga melibatkan kerja sama dengan pihak swasta melalui suap atau “uang pelicin.”
Materi VII (2)
Muslika Nourma Rhomadhoni, S.KM., M.Kes.-Kaprodi D4 K3
Tema: Pengenalan Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan (K3L) di Perguruan Tinggi
Keselamatan dan Kesehatan Kerja serta Lingkungan (K3L) memiliki peran penting dalam menciptakan dunia kerja yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Tujuan utama penerapan K3L adalah mencegah kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja, sekaligus melindungi lingkungan dari pencemaran dan kerusakan. Dengan penerapan yang baik, K3L juga mampu meningkatkan produktivitas, mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), dan menjadi salah satu pilar pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.Prinsip dasar K3L mengedepankan pencegahan daripada penanggulangan. Hal ini diwujudkan melalui kepatuhan terhadap regulasi, penerapan teknologi ramah lingkungan, serta penguatan budaya keselamatan dan keberlanjutan. Penerapan K3L juga menuntut partisipasi semua pihak pemerintah, perusahaan, pekerja, hingga masyarakat agar tercipta lingkungan kerja yang aman dan berdaya saing.Menuju Indonesia Emas 2045, strategi penerapan K3L dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari pendidikan dan pelatihan sejak dini, penguatan regulasi, penerapan industri hijau, hingga digitalisasi K3L dengan memanfaatkan IoT, AI, dan big data. Selain itu, pembangunan budaya keselamatan nasional menjadi penting agar K3L benar-benar menjadi bagian dari jati diri bangsa.K3L juga berperan besar dalam mendukung tenaga kerja yang produktif dan sehat, membangun industri berwawasan lingkungan, serta melindungi masyarakat dari dampak negatif pembangunan. Lebih dari itu,penerapan K3L mampu membangun citra positif Indonesia di mata dunia internasional dan menarik investasi hijau yang berkelanjutan.Sebagai mahasiswa, kita dituntut untuk menjadi bagian dari solusi atas berbagai permasalahan yang ada. Mahasiswa perlu disiapkan sebagai pembelajar sejati yang terampil, lincah, dan ulet, sekaligus menjadi sarjana yang tangguh dan relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan semangat kebangsaan yang tinggi, mahasiswa diharapkan mampu menjadi kader bangsa yang berperan dalam menjaga keselamatan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
Materi VIII (3)
Dimas Chairullah, S.Sos., CPS
Tema: Pengenalan Nilai Budaya dan Etika Kehidupan Kampus, Tata Krama dan Norma Kehidupan Kampus, Terampil Serta Bijak dalam Berkomunikasi Melalui Media Sosial.
Dalam era digital saat ini, kita perlu bijak dalam menggunakan media sosial dan internet. Sebelum membagikan informasi, penting untuk menanyakan pada diri sendiri: dari mana sumbernya, apakah medianya kredibel, dan apakah ada bukti yang mendukung. Gunakan situs cek fakta resmi seperti Turn Back Hoax atau Cek Fakta Kominfo agar terhindar dari berita palsu. Hoaks seringkali memanfaatkan judul sensasional untuk menarik perhatian, sehingga kewaspadaan sangat dibutuhkan. Lebih baik menahan diri dan tidak menyebarkan informasi jika belum jelas kebenarannya.Selain itu, kita juga harus menyadari bahwa jejak digital bersifat permanen. Karena itu, jangan sembarangan mengunggah data pribadi dan selalu pikirkan dampak dari setiap aktivitas daring. Saring sebelum berbagi, lawan hoaks, serta jadilah netizen yang positif dan santun. Kendalikan diri dengan mengatur waktu layar agar penggunaan internet tetap sehat dan bermanfaat.Bagi mahasiswa baru, ada banyak langkah yang bisa dilakukan sejak semester awal untuk mengembangkan diri. Misalnya, melatih kemampuan public speaking, mengasah bahasa asing, dan aktif berorganisasi agar keterampilan serta potensi semakin terasah. Fokuslah pada peningkatan IPK, manfaatkan peluang magang di lingkungan kampus, dan jangan lupa membangun relasi seluas-luasnya. Semua ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depan, baik di dunia akademik maupun karier profesional

Komentar
Posting Komentar